Depok – Potensi anak muda Depok penggiat digital kreatif menarik perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengumpulkannya dalam sebuah tempat nongkrong Pusat Kreatif Digital di kota tersebut.

“Permintaan sebenarnya sangat banyak untuk meminta dibangun atau dibentuk pusat kreatif. Kenapa akhirnya berikutnya di Depok, saya sudah survei sebelumnya komunitasnya sudah banyak, infrastruktur menunjang,” sebut Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan IPTEK.

Pertimbangan lainnya adalah keberadaan kampus di Depok seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma, terutama yang unggulan di bidang teknologi dan informasi, juga turut menghidupkan digital kreatif di Depok.

Fauzi Ishak, pengelola Pusat Kreatif Digital Depok menyebutkan, tempat ini antara lain akan menyediakan working space, ruang meeting, workshop dan berbagai kebutuhan untuk memfasilitasi anak nongkrong kreatif.

“Selain tempat kita juga buat web untuk lebih dekat. Untuk memudahkan misalnya untuk booking tempat bisa lewat web. Nanti pengembangannya bakal ke mobile juga masih sedang dikembangkan,” ujarnya.

Pada intinya, pusat kreatif digital ini diharapkan dapat menjadi co-working space yang ideal bagi para pelaku dan komunitas kreatif digital Depok dan sekitarnya.

“Diharapkan nantinya anak-anak muda di sini berubah mindset-nya menciptakan sebuah usaha kreatif, menjadi developer game misalnya. Meningkatkan lahirnya startup maupun digipreneur yang kompetitif,” kata Lolly.

Pusat kreatif digital di Depok menjadi yang kedua didirikan Kemenparekraf bekerjasama dengan komunitas daerah, setelah sebelumnya di Bandung.

Tempat nongkrong ini sendiri punya empat peranan penting yakni sebagai wadah ekspresi, inkubasi, inovasi dan diseminasi bagi para pelaku ekonomi kreatif digital.

Selanjutnya dikatakan Lolly, pusat kreatif akan terus dibangun dan dikembangkan di kota-kota lain di lndonesia. (rns/ash)