Jakarta – Rencana XL Axiata yang ingin mengakuisisi Axis Telecom Indonesia akan mengubah peta persaingan di industri telekomunikasi Indonesia. Selaku penguasa pasar, apakah Telkomsel merasa terancam?

“Kami terancam? Kecuali dia (XL) mengakuisisi Telkomsel, baru itu namanya mengancam,” canda Alex Janangkih Sinaga, Direktur Utama Telkomsel, saat ditanya tentang hal itu, di Solo, Jumat (28/6/2013).

Seperti diketahui, Telkomsel saat ini menguasai 42% pangsa pasar industri dengan jumlah pelanggan 125 juta dengan infrastruktur 62 ribu base transceiver station (BTS) yang beroperasi di spektrum 900 MHz, 1.800 MHz, dan 2,1 GHz.

Sementara XL yang menguasai 15,6% pangsa pasar telah melayani 45 juta pelanggan dengan infrastruktur sebanyak 40.983 BTS.

XL sendiri beroperasi di spektrum yang sama dengan Telkomsel dengan penguasaan pita lebih kecil, kecuali 3G di 2,1 GHz yang sama-sama tiga kanal 15 MHz.

Sedangkan Axis yang rencananya mau dimerger akuisisi oleh anak usaha Axiata itu melayani 17 juta pelanggan dengan alokasi pita frekuensi di 1.800MHz dan 2.100MHz. Jika ditotal, jumlah pelanggan XL-Axis dengan total 66 juta, masih di bawah Telkomsel.