Networking

Networking (6)

Membahas seputar jaringan komputer dan troubleshootingnya

Wednesday, 30 December 2009 11:33

HTB di Mesin Mikrotik

Written by Administrator

Implementasi QoS (Quality of Services) di Mikrotik banyak bergantung pada sistem HTB (Hierarchical Token Bucket). HTB memungkinkan kita membuat queue menjadi lebih terstruktur, dengan melakukan pengelompokan-pengelompokan bertingkat. Yang banyak tidak disadari adalah, jika kita tidak mengimplementasikan HTB pada Queue (baik Simple Queue maupun Queue Tree), ternyata ada beberapa parameter yang tidak bekerja seperti yang kita inginkan.Beberapa parameter yang tidak bekerja adalah priority, dan dual limitation (CIR / MIR).

Pada pembahasan artikel ini, kita akan mengambil contoh sebuah sistem QoS sederhana, di mana kita ingin mengalokasikan bandwidth sebesar 400kbps untuk 3 client, di mana masing-masing client bisa mendapatkan maksimal 200kbps. Di antara ketiga client tersebut, memiliki prioritas yang berbeda, yaitu: 1,2, dan 3.

Untuk mempermudah pemantauan dan pembuktian, kita akan menggunakan queue tree.

Cara paling mudah untuk melakukan queue dengan queue tree, adalah dengan menentukan parameter :

  • parent (yang harus diisi dengan outgoing-interface),
  • packet-mark (harus dibuat terlebih dahulu di ip-firewall-mangle),
  • max-limit (yang merupakan batas kecepatan maksimum), atau dikenal juga dengan MIR (Maximum Information Rate)
Wednesday, 23 December 2009 10:40

Caching video dengan Squid

Written by Administrator

Setelah beberapa hari monitoring traffic, ternyata banyak traffic yang lari ke youtube dkk. Berhubung tidak ada larangan untuk mengakses situs situs semacam youtube dkk, maka untuk itu saya mencoba untuk menginstall Caching video dengan Squid. Pada tutorial kali ini saya tekankan bahawa squid sudah berjalan dengan baik. Ok... langsung saja, begini langkahnya :

  • Install Python >= versi 2.4 keatas
  • Python-urlgrabber (modul urlgrabber untuk python)
  • Python-iniparse (modul iniparse untuk python)
  • Web Server (Apache2 atau Lighttpd)

Untuk menginstall Python-urlgrabber (modul urlgrabber untuk python), berikut langkahnya :

download Python-urlgrabber

sudo wget -c http://archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/u/urlgrabber/urlgrabber_3.1.0.orig.tar.gz

ekstrak paket

tar -zxvf urlgrabber-3.1.0.tar.gz

masuk direktori dan compile

sudo python setup.py install

googl-ss

Apakah Anda selalu mengakses Google? Apakah Anda butuh waktu yang lama untuk membuka website buatan Google? Untuk mengatasi masalah tersebut, Google mencoba memberikan sebuah solusi untuk membantu Anda. Solusi tersebut dinamakan “Google Public DNS”.

Tidak semua orang mengerti mengenai Domain Name System (DNS) karena biasanya feature tersebut bekerja di belakang layar yang dikerjakan oleh Internet Service Provider (ISP). DNS adalah sistem penamaan komputer, servis, atau ke semua sumber daya yang terhubung ke Internet atau jaringan. DNS menerjemahkan nama domain yang sebenarnya berbentuk angka (biner) ke nama domain yang pastinya akan dimengerti oleh manusia. Contohnya seperti ini, Anda sudah terbiasa untuk membuka www.chip.co.id. Pada kenyataannya, nama domain tersebut sebenarnya berbentuk angka, misalkan 202.101.02.06. DNS-lah yang mengubah atau menerjemahkan domain tersebut.

Tuesday, 01 December 2009 14:52

Perbedaan antara Drop dan Reject di Iptables

Written by Administrator
Iptables merupakan salah satu firewall popular dan powerfull yang tersedia di sistem operasi Linux . Gambaran umum, iptables digunakan untuk konfigurasi, merawat dan memeriksa rules tables tentang filter paket IP yang terdapat di kernel linux. Tiap-tiap tables memiliki beberapa bawaan chains kernel linux. Setiap chains memiliki list atau daftar aturan untuk mencocokkan suatu paket yang datang. Setiap aturan tersebut berfungsi memberikan keputusan eksekusi apa yang akan dilakukan bila paket yang datang cocok dengan aturan yang telah dibuat.

Ada dua keputusan / target bawaan yaitu default DROP dan default ACCEPT
  • ACCEPT
Akses diterima dan diizinkan melewati firewall
  • DROP
Mengesampingkan paket data yang datang dan tidak memberikan reply. Sehingga paket yang datang langsung dibuang begitu saja tanpa memberikan balasan report kepada pengirim paket. Untuk menangani masalah tersebut, Solusi yang lebih baik gunakan REJECT.

  • REJECT
REJECT pada dasarnya sama seperti DROP. Menolak paket data yang datang. Perbedaan REJECT dengan DROP, REJECT memberikan pesan error kepada client yang mengakses.
Dalam percobaan kali ini, installasi firewall "Shorewall" menggunakan Operating System Linux Ubuntu Server v 8.04,

Network Interface :

eth1: IP - 172.16.64.24 (Connected to LAN)
eth0: IP - 61.8.80.167  (Connected to INTERNET)
Untuk table routing nya sendiri :

root@ubuntu:/etc/shorewall# netstat -nr

Kernel IP routing table
Destination     Gateway         Genmask         Flags   MSS Window  irtt Iface
172.16.0.102    172.16.64.1     255.255.255.255 UGH       0 0          0 eth1
172.16.0.29     172.16.64.1     255.255.255.255 UGH       0 0          0 eth1
172.16.0.28     172.16.64.1     255.255.255.255 UGH       0 0          0 eth1
192.168.248.0   172.16.64.12    255.255.255.248 UG        0 0          0 eth1
192.168.248.8   172.16.64.12    255.255.255.248 UG        0 0          0 eth1
192.168.248.16  172.16.64.12    255.255.255.248 UG        0 0          0 eth1
192.168.248.24  172.16.64.12    255.255.255.248 UG        0 0          0 eth1
192.168.248.32  172.16.64.12    255.255.255.248 UG        0 0          0 eth1
192.168.248.40  172.16.64.12    255.255.255.248 UG        0 0          0 eth1
61.8.70.160     0.0.0.0         255.255.255.240 U         0 0          0 eth0
172.16.70.128   172.16.64.12    255.255.255.192 UG        0 0          0 eth1
172.16.70.192   172.16.64.12    255.255.255.192 UG        0 0          0 eth1
172.16.70.0     172.16.64.12    255.255.255.192 UG        0 0          0 eth1
172.16.70.64    172.16.64.12    255.255.255.192 UG        0 0          0 eth1
172.16.71.0     172.16.64.12    255.255.255.192 UG        0 0          0 eth1
172.16.64.0     0.0.0.0         255.255.252.0   U         0 0          0 eth1
0.0.0.0         61.8.80.161     0.0.0.0         UG        0 0          0 eth0


Friday, 13 November 2009 17:48

Konfigurasi Transparan Proxy Dengan Linux & Cisco

Written by Administrator
Kenapa harus menggunakan transparent proxy ?, alasannya sangat sederhana sekali karena kita tidak ingin melakukan konfigurasi satu satu di web browser untuk mengarahkan proxynya ke server proxy yang sudah dibuat. Dengan adanya tranparant proxy ini webrowser user tidak perlu diseting proxy, karena secara otomatis permintaan untuk protocol http, ftp or lainnya akan diarahakan ke server proxy terlebih dahulu.

Dengan menggunakan Cisco sebagai router dan Linux sebagai Proxy server, maka dapat dengan mudah untuk membentuk layanan Proxy secara tranparant. Dalam tulisan ini penulis menggunakan kolaborasi Cisco & Linux, sepec yang penulis gunakan adalah sebagai berikut:
  • Cisco Router 2600 Series
  • Linux Proxy PC Server
#fc3424 #5835a1 #1975f2 #b487c5 #af8cb4 #3ac3c6